Anda pasti seringkali mendengar anjuran untuk melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. Itu bukan sekadar anjuran karena banyak sekali manfaat hebat dari aktivitas tersebut.
Salah satu manfaat hebat dari olahraga 30 menit setiap hari baru-baru ini ditemukan oleh para peneliti dari lembaga kesehatan Inggris. Penelitian dilakukan dengan mengikutsertakan relawan yang mengidap kanker rahim.
Hasil penelitian Imperial College, London, menyebutkan, hampir separuh kasus kanker rahim di Inggris, yaitu sekitar 3.700 kasus per tahun, bisa dicegah dengan menjaga tubuh tetap ramping dan aktif bergerak. Hasil penelitian itu juga menyebutkan bahwa wanita yang aktif berolahraga minimal 30 menit setiap hari berisiko rendah terkena kanker rahim.
Kanker rahim rata-rata ditemukan pada wanita berusia di atas 60. Gejala kanker itu dimulai dengan perdarahan abnormal, disertai rasa sakit di perut bagian bawah. Rasa sakit juga timbul saat melakukan hubungan seks.
Para peneliti yakin, berkurangnya kadar lemak akibat pembakaran saat olahraga memang ampuh mencegah timbulnya kanker rahim. Menurut mereka, lemak melepaskan hormon yang bisa meningkatkan risiko tumbuhnya kanker. Sementara tubuh membutuhkan sistem kekebalan tubuh aktif untuk mencegah timbulnya kanker tersebut.
Dan, olahraga mampu menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, serta menjaga sistem pencernaan tubuh tetap sehat.
Sumber
Kategori
- Diet (7)
- Info (66)
- Kanker (8)
- Kecantikan (25)
- Kesehatan Ibu dan Anak (13)
- Obat Tradisional (23)
- Tips Sehat (13)
30 Menit untuk Cegah Kanker Rahim
Diposting oleh 3000ft di 07.21 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Minum Es Sebabkan Janin Besar?
Benarkah bila ibu hamil gemar minum es bisa sebabkan ukuran janin besar, sehingga mama berisiko alami sulit melahirkan? Apakah itu sekadar mitos?
Mitos mengenai ibu hamil ini sering sekali kita dengar namun apakah mitos tersebut benar?
Mitos 1: Minum es akan membuat bayi besar dan susah lahir
Tentu saja risiko bayi kegemukan menjadi lebih besar jika mamanya suka mengonsumsi es cendol, es campur, es doger, es teller, es palubutung dan es soda gembira.
Segar sih, tapi perpaduan santan, gula dan sirup membuat kandungan kalori dalam minuman es tersebut cukup besar. Kelebihan kalori bisa menambah berat badan mama dan janin. Kalau bayinya besar tentu saja proses melahirkan (normal) jadi lebih sulit.
Mitos 2: Tidak boleh melayat orang meninggal
Konon bayi dalam kandungan bisa terkena sawan mayat alias lahir dalam keadaan pucat dan layu seperti mayat. Entah dari mana mitos ini timbul. Tapi kalau dipikir dengan logika, rumah duka pasti diliputi emosi kesedihan yang mendalam.
Tidak jarang anggota keluarga yang ditinggalkan menjadi histeris bahkan pingsan saat melihat jenazah atau menguburkan jenazah. Suasana demikian mungkin dianggap kurang baik bagi perempuan hamil, apalagi kalau calon mama termasuk orang yang gampang tersentuh, dikhawatirkan jadi terbawa emosi dan ikut larut dalam duka.
Bagaimana pun ketenangan batin calon mama itu penting. Meski sawan mayat itu hanya mitos tapi kalau si mama jadi merasa khawatir ‘ada apa-apa’ dengan bayinya gara-gara melayat kerabat atau kenalan yang meninggal dunia, ya lebih baik tidak usah. Orang lain pasti maklum, kok, bila sedang hamil pantang melayat.
Mitos 3: Tidak boleh membunuh binatang dan membenci orang lain
Katanya selama masa kehamilan, calon mama dan calon papa tidak boleh membunuh atau menyakiti binatang karena anaknya bisa cacat dan kalau membenci seseorang anaknya akan mirip dengan orang yang dibenci.
Kalau mitos yang ini sih dimaksudkan supaya selama menanti kelahiran anak, mama dan papa berbuat yang baik-baik dan menyayangi makhluk hidup. Tentunya ini hal yang baik untuk dilakukan. Sikap penyayang diharapkan terus berlanjut dalam perjalanan mendidik anak dan berpengaruh positif terhadap kondisi emosi anak.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 07.52 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Ibu Hamil Tak Boleh Makan Nanas?
Diposting oleh 3000ft di 07.38 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan
Setelah melahirkan resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil adalah ancaman dari gelembung yang dapat menghambat pasokan oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh ibu setelah melahirkan. Kejadian ini mungkin saja dapat terjadi pada siapapun termasuk pada ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun akan tetapi yang harus anda ketahui bahwa ternyata ada beberapa kondisi yang meningkatkan terjadinya emboli, berikut adalah penjelasan mengenal penyumbatan sirkulasi darah pasca melahirkan.
Pengertian Emboli
Emboli tidak asing lagi dalam istilah kedokteran, emboli yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti embolus dalam istilahnya diartikan sumbat adapun menurut pengertian dari emboli adalah obstruksi pembuluh darah oleh materi yang tidak larut yang dapat disebabkan oleh gas, bakteri, parasit, lemak atau sel kanker. Emboli tidak saja terjadi pada ibu seusai persalinan melainkan emboli juga dapat terjadi pada siapapun dalam kondisi tertentu yang mengakibatkan oksigen terhambat sehingga sistem tubuh menjadi terhenti. Emboli sendiri memiliki beberapa pengaruh yang berbeda sesuai dengan terjadinya pada emboli. Salah satu contoh emboli yang terjadi di jantung yang mengakibatnya terjadi kondisi kerja abnormal dimana jantung bergetar dan mengakibatkan pembuluh darah ke leher sehingga transportasi darah ke otak menjadi terhalangi dalam waktu beberapa menit akan mengakibatkan pasokan oksigen terhenti, kondisi seperti ini akan mengakibatkan stroke emboli.Emboli Ketuban yang mengancam pasca persalinan
Sebelum mengenal terjadinya emboli ketuban pada ibu seusai persalinan, salah satu emboli yang mungkin terjadi setelah melahirkan adalah emboli Udara dimana terjadinya udara yang masuk ke dalam pembuluh ibu setelah melahirkan sehingga mengakibatkan terjadinya gelembung. Gelembung yang terjadi akan menghambat pasokan oksigen di dalam tubuh. Sedangkan emboli ketuban yaitu dimana terjadinya air ketuban yang masuk ke dalam pembuluh darah yang mengakibatkan sirkulasi darah terhambat sehingga mengakibatkan gagal napas, gagal jantung bahkan hingga pendarahan.Peluang hidup korban yang mengalami emboli sangat tipis, bahkan kurang dari 10% yang dapat berlangsung hidup. Sedangkan 70% korban yang dapat hidup mengalami gangguan kesehatan terutama gangguan saraf. Emboli air ketuban terjadi ketika cairan amino dapat masuk melalui rahim atau saluran plasenta ke dalam sirkulasi darah ketika cairan tersebut masuk dan mencapai pembuluh darah reaksi akan bergantung pada lokasi terjadinya hambatan.Ketika saluran menuju jantung maka akan menimbulkan terjadinya gagal jantung begitu pula apabila terjadi saluran menuju saluran paru-paru yang akan mengakibatkan gagal pernapasan.
Terjadinya Emboli Air Ketuban yang Mengancam
Emboli air ketuban dapat terjadi ketika cairan lendir atau sel gepeng masuk ke dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Reaksi emboli dapat terjadi paling lama 48 jam setelah persalinan dan paling singkat kurang lebih 30 menit usai kelahiran pada dasarnya reaksi tersebut timbul berdasarkan inflamasi atau luka yang ditimbulkan diakibatkan hambatan sirkulasi, ketika inflamasi semakin besar maka reaksi semakin cepat. Resiko kematian pada ibu yang mengalami emboli air ketuban hampir 80% diakibatkan dampak fatal yang disebabkan oleh benda asing yang masuk dan mengganggu sistem sirkulasi darah di dalam paru paru dan juga jantung. Emboli air ketuban belum bisa ditangani dengan baik dikarenakan tidak adanya penatalaksanaan spesifik.Pencegahan Emboli?
Emboli pada dasarnya tidak dapat diprediksi kapan munculnya meskipun dalam keadaan normal sekalipun resikonya tetap mungkin terjadi akan tetapi ternyata emboli dapat dicegah dengan mendiagnosis penyakit yang dapat memicu emboli. Meskipun jenis emboli memiliki perbedaan sesuai dengan area yang mungkin terjadinya hambatan akan tetapi dapat dilakukan pencegahan untuk memperkecil resiko. Misalnya pada emboli air ketuban yang dapat terjadi di negara maju sekalipun,pemeriksaan antenatal (terjadwal, terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik) pada ibu hamil merupakan salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya resiko emboli cairan ketuban.Sumber
Diposting oleh 3000ft di 08.26 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Tanda-Tanda Awal Kehamilan
Terjadi Perubahan Pada Payudara
Selain itu terjadi aktivitas hormon HPL (Human Placental Lactogen). Hormon tersebut diproduksi oleh tubuh saat ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi anda ketika terlahir ke dunia.
Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut
Mual dan muntah (Morning sicknes)
Mual dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya terjadi pada saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium aroma atau wewangian tertentu.
Sering kencing/buang air kecil (Frequent Urination)
Pusing dan sakit kepala (Headaches)
Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue)
Sembelit
Sering meludah (hipersalivasi)
Naiknya temperatur basal tubuh
Diposting oleh 3000ft di 08.18 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Apa yang dikhawatirkan Saat Anak Sakit Kepala?
Sebagai orangtua, rasa tidak tega dan khawatir tentu akan menghampiri saat si buah hati mengeluh sakit kepala. Apa sebenarnya yang dialaminya? Perlukah diberi obat? Bahaya atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin yang berkecamuk dalam benak.
Obat terbaik bagi anak yang mengeluh sakit kepala adalah pelukan dan ciuman. Jika orangtua sudah memberikannya, kebanyakan dari mereka merasa nyaman dan melupakan sakit kepalanya.
Sakit kepala umumnya merupakan tanda-tanda dari dehidrasi atau flu. Meskipun dia tidak menampik kemungkinan sakit kepala bisa jadi tanda penyakit yang lebih serius, seperti tumor otak.
Tragisnya, seorang anak remaja Natasha Simmonds meninggal pada Januari tahun ini karena mengabaikan gejala sakit kepalanya. Dokter yang menanganinya terlalu menyepelekan gejala yang dialami gadis berusia 16 tahun itu.
Keadaan tersebut tentu bagai mimpi buruk bagi orangtua. Natasha merupakan contoh yang sangat jarang bagi sakit kepala yang berujung tumor otak. Namun pertanyaannya, kapan orangtua perlu merasa khawatir?
Orangtua perlu mulai waspada ketika sakit kepala terjadi berulang, sering, dan semakin bertambah buruk.
Perbedaan antara sakit kepala tumor otak dengan sakit kepala biasa mungkin tidak terlalu mencolok, namun orangtua bisa melihat gejala lain yang mungkin ada pada anak, misalnya tumor juga bisa menyebabkan gejala perubahan mood, penglihatan, dan keseimbangan.
Agak sulit menentukan apakah anak menderita tumor otak atau tidak, kecuali dengan menggunakan alat pemindai seperti MRI. Namun tindakan tersebut dinilai terlalu berlebihan jika dilakukan pada setiap remaja yang mengalami migrain. Pasalnya hampir 5 persen remaja mengalami migrain dan kebanyakan bukan disebabkan oleh tumor otak.
Karena itu sebaiknya dokter sebagai ahlinya bisa cermat menilai apakah gejala sakit kepala membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Dan jika sudah mengetahui penyebab pastinya, maka segera memberi penanganan yang tepat.
Penyebab umum anak mengalami sakit kepala adalah kekurangan cairan yang kemudian memicu dehidrasi. Anak juga bisa sakit kepala karena cemas dan stres yang mungkin dialaminya.
Untuk mengatasi sakit kepala pada anak, orangtua bisa mengatur kamar anak menjadi gelap dan tenang agar istirahat mereka bisa optimal. Selain itu, anak juga bisa diberi obat-obatan pereda rasa sakit yang spesifik, terutama jika usianya sudah melebihi 10 tahun.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 07.58 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Kekurangan Zat Besi Bikin Si Kecil Bodoh
Kurang zat besi seringkali dihubungkan dengan risiko 5L yaitu lemah letih lesu lunglai lelah. Namun risiko tersebut ternyata hanya berlaku bagi orang dewasa. Risiko kurang zat besi pada anak, khususnya di 1.000 hari pertama kehidupannya bisa berakibat lebih buruk.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 07.42 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Konsumsi Makanan Sehat dapat menekan resiko kelahiran prematur
Persalinan sebelum kehamilan mencapai usia 38 minggu atau yang disebut kelahiran prematur memiliki banyak risiko kesehatan bagi bayi. Untuk mencegahnya, para ilmuwan menekankan pentingnya ibu hamil mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan.
Para ibu hamil yang rutin mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serelia utuh, dan minum cukup air putih, memiliki risiko lebih rendah melahirkan bayi prematur.
Faktor risiko terbesar persalinan prematur antara lain pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup seperti merokok, minum alkohol atau penggunaan narkoba.
Makanan para wanita hamil itu dianggap sebagai diet "baik", diet "tradisional", dan diet ala western.
Diet "baik" itu terdiri dari sayuran mentah dan dimasak, salad, buah, sereal dari serelia utuh, kacang-kacangan, daging unggas, serta susu rendah lemak.
Sementara diet "tradisional" yang terdiri dari kentang rebus, ikan, saus, margarin, puding beras, susu rendah lemak dan sayuran yang dimasak. Dan yang terakhir, diet ala "western" yakni diet yang mengandung camilan asin, cokelat, permen, kue, kentang goreng, roti, saus tomat, gula manis minuman, produk daging olahan, dan pasta.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 07.37 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Apakah Penyakit Batuk pada Anak Perlu Dikhawatirkan?
Saat sang buah hati sedang sakit, setiap orang tua pasti akan merasa cemas dan khawatir. Meskipun penyakit yang menyerang hanya batuk pilek, tetapi bukan berarti penyakit tersebut tidak perlu diwaspadai. Lalu kapan sebaiknya para orang tua perlu waspada apabila batuk atau pilek tersebut bukanlah sekedar gejala biasa?
Batuk yang dialami anak-anak pada umumnya disebabkan karena infeksi saluran pernapasan atas. Biasanya, hanya dengan menggunakan alat pengatur kelembaban udara, keluhan seperti hidung mampet dapat segera teratasi.
Pada umumnya batuk anak bisa berlangsung sampai 10 hari. Tetapi para orang tua seringkali menjadi gugup ketika batuk tersebut sudah mengganggu istirahat anak, disertai dengan gejala demam atau saat batuk sudah mulai menyebar di rumah.
Hal yang dapat dilakukan orangtua adalah menjaga agar bagian belakang tenggorokan tetap lembab. Pada anak-anak dengan usia lebih besar, dapat dibantu dengan menggunakan obat-obatan.
Pemberian obat batuk biasanya kurang efektif pada anak berusia kurang dari enam tahun, bahkan dikhawatirkan menimbulkan efek samping serius.
Bila anak selalu batuk, bantu agar mereka mengeluarkan dahaknya, karena lendir yang terperangkap di paru-paru bisa memicu pneumonia.
Jika batuk masih berlangsung lebih dari 10 hari, sebaiknya periksakan anak ke dokter untuk memastikan anak tidak menderita pneumonia, infeksi sinus, atau batuk rejan.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 05.42 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Kapan Pilek Berbahaya bagi Anak-anak?
Pilek merupakan hal yang wajar dialami anak-anak. Namun, terkadang pilek juga bisa menjadi indikator dari infeksi paru-paru yang lebih parah. Baru-baru ini sebuah studi mengklasifikasikan beberapa faktor yang meningkatkan risikonya.
Studi yang dipublikasi dalam jurnal Pediatrics tersebut memusatkan pada bayi dan anak-anak prasekolah yang terinfeksi rhinovirus. Ini merupakan kelompok virus yang menyebabkan pilek secara umum.
Awalnya, rhinovirus diduga hanya dapat menyebabkan gejala pilek. Namun, studi baru menunjukkan bahwa kelompok virus ini juga terkadang bisa menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah seperti pneumonia dan bronkhitis pada anak-anak.
Dalam studi terbaru, peneliti asal Brasil melakukan analisis data dari 434 bayi dan anak-anak yang pergi ke dokter karena gejala penyakit pernapasan. Sebagian kecil di antara mereka terinfeksi rhinovirus saja, tetapi gejala yang mereka alami sudah sedang hingga parah, seperti bersin, sulit bernapas, dan batuk berat.
Sementara itu, sebagian besar bayi dan anak-anak memiliki faktor risiko lain yang menyebabkan mereka lebih mungkin untuk mengalami infeksi pernapasan, seperti kelahiran prematur, penyakit jantung, dan asma.Kondisi tersebut menyebabkan anak-anak lebih rentan mengalami infeksi.
Hal Tersebut menunjukkan pentingnya melindungi anak-anak berisiko tinggi tersebut dari virus. Khususnya orangtua, jika sudah ada tanda-tanda pilek, sebaiknya menjauhkan anak mereka.
Menjaga anak-anak yang rentan dari teman sebayanya yang sedang pilek juga perlu dilakukan.
Menurut penelitian 42 persen anak-anak terinfeksi rhinovirus bersama virus lainnya. Yang paling umum virus penyerta lainnya adalah respiratory syncytial virus (RSV). RSV merupakan virus penyebab pilek sekaligus dapat memicu inflamasi dalam saluran napas dari paru-paru sehingga menimbulkan pneumonia.
respiratory syncytial virus (RSV) merupakan penyebab pneumonia dan bronchiolitis paling umum pada bayi.
Bagi kebanyakan anak, infeksi rhinovirus hanya menimbulkan gejala ringan. Sebaliknya, RSV, baik sendiri maupun bersama rhinovirus, dapat menyebabkan gejala yang lebih serius.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 05.32 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Jangan Buru-buru Kasih Antibiotik jika anak terkena Pilek dan Diare
Jika membawa anak ke dokter karena sakit pilek atau diare, tidak jarang dokter memberikan resep antibiotik. Bahkan jika tidak diberikan sekalipun, kadang-kadang konsumen justru memintanya. Padahal untuk sakit tertentu, penggunaan antibiotik dinilai sebagai tindakan yang berlebihan.
Jika mengalami sakit maka perlu diperiksa penyebabnya. Apakah karena infeksi atau lainnya. Jika memang terjadi infeksi, perlu diketahui lagi penyebab infeksinya oleh virus atau bakteri.
Jika virus maka tidak perlu diberikan antibiotik karena antibiotik tidak bisa mematikan virus, melainkan bakteri. Jadi bakteri yang bukan menyebabkan penyakit juga mati akibat antibiotik. Jika dibiarkan maka akan lama-lama akan menimbulkan resistensi.
Untuk penyakit pada anak seperti pilek dan diare sebenarnya tidak memerlukan pengobatan apalagi antibiotik. Pilek yang dimaksud adalah pilek umum dengan gejala produksi lendir meningkat disertai pusing dan batuk. Sementara diare akut yang tidak berdarah.
Obat-obatan untuk sakit seperti pilek dan diare tidak perlu karena memang akan sembuh dengan sendirinya. Obat-obatan itu hanya memberikan sedikit rasa nyaman/sugesti.
Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang umum terjadi di usia kurang dari dua tahun.
Sakit pada anak itu justru baik untuk memacu sistem pertahanan tubuhnya supaya kuat.
Atas dasar itu ,maka orangtua tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kesehatan anak jika mereka ingin bermain tanah atau hujan. Pasalnya kegiatan tersebut akan membantu mereka lebih kebal terhadap serangan panyakit.
Sumber
Diposting oleh 3000ft di 05.24 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Tanda Bahaya Kehamilan

-
Perdarahan dari jalan lahir
-
Nyeri kepala yang sangat hebat
-
Gangguan pada penglihatan
-
Nyeri perut yang sangat hebat
-
Pernah di operasi seksio sesaria (operasi caesar)
-
Perdarahan dari jalan lahir selain lendir bercampur darah
-
Persalinan kurang dari 37 minggu (kurang bulan)
-
Ketuban pecah disertai dengan keluar mekonial kental (cairan warna keruh)
-
Ketuban pecah disertai tidak terasa gerakan janin
-
Ketuban telah pecah lebih dari 24 jam atau ketuban pecah pada kemanilan kurang bulan
-
Ada tanda gejala infeksi : Suhu tubuh tinggi, menggigil, nyeri perut dan cairan ketuban yang berbau
-
Tekanan darah lebih dari 160/110
-
Tinggi fundus 41 cm atau lebih kehamilan kembar
-
Ada tanda gerakan janin berkurang (10 gerakan dalam 1 hari)
-
Kepala janin belum masuk panggul pada persalinan
-
Letakk sungsang, lintang/malang
-
Bagian terendah bukan kepala saja, tapi ada bagian lain misalnya tangan/lengan
-
Tali pusat keluar sebelum bayi lahir
-
Syok
-
Anemia
-
Kuning
-
Kehamilan kembar
Diposting oleh 3000ft di 16.51 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak
Tips Kehamilan Trimester Pertama
Mendapat kehamilan
merupakan anugerah yang tak terkira dari Maha Kuasa. Gambaran buah hati
yang lucu segera akan terwujud, serasa lengkap sebuah keluarga dengan
kehadiran buah hati. Namun, bukan hanya bayangan kebahagiaan saja,
menjalani kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang perlu
diperhatikan dan dilakukan oleh para ibu hamil.
Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan
hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat
untuk menjaga agar kehamilan yang sedang dijalani tetap berlangsung sehat. Berikut tips-tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil pada saat kehamilan trimester pertama
- Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dll.
- Mulailah dan segera membiasakan diri mengenakan baju-baju yang longgar, meskipun perut belum kelihatan membesar.
- Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami mual dan muntah yang salah satunya dapat menyebabkan dehidrasi, oleh karena itu perbanyaklah ibu hamil minum air putih atau jus buah di luar jadwal makan.
- Makanlah jenis makanan yang mudah dicerna seperti nasi, jagung, kentang, ubi, dll
- Hindarkan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi atau berminyak seperti hidangan bersantan, gorengan atau daging berlemak.
- Hindari aneka macam bau-bauan yang menyengat atau tidak disukai, hal ini untuk menghindarkan ibu hamil dari rasa mual dan muntah.
- Biasakan menyikat gigi setelah ibu hamil makan atau setelah mengalami muntah.
- Untuk menghindarkan rasa mual dan pusing lainnya, usahakan secara perlahan-lahan ketika ibu hamil hendak bangun dari tidur atau berbaring, jangan dilakukan secara sekaligus dan spontan
- Ada baiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil namun sering, hal ini juga untuk menghindarkan ibu hamil mengalami mual dan muntah
- Sediakanlah selalu minuman dan makanan kecil yang mengandung kadar garam rendah di dekat kamar tidur, hal ini dilakukan agar stelah makan makanan tersebut, ibu hamil terhindar dari rasa mual dan muntah pada saat akan beraktivitas. Makanan kecil yang dapat disajikan antara lain seperti biskuit, roti gandum, atau buah-buahan.
- Bergabunglah atau carilah teman yang juga sedang mengalami kehamilan, atau bergabung di komunitas-komunitas ibu hamil seperti di Bidanku.com Community, agar dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman.
- Makanlah cemilan di pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur.
- Minumlah susu hangat bila ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
- Bila ibu hamil mengalami sembelit, minumlah air putih minimal 12 gelas sehari.
- Jika ibu hamil merasa sakit di bagian bawah perut dan terlihat adanya flek darah, khususnya setelah kehamilan usia > 4 minggu, segera hubungi dokter.
Diposting oleh 3000ft di 16.49 0 komentar
Label: Kesehatan Ibu dan Anak